Part 1
Siapakah Aku?
Dunia telah memasuki abad baru di mana tidak adalagi batasan dan perbedaan antara manusia dan Grafftiez (sejenis mahluk yang menyerupai tubuh manusia tapi di dalam nya mereka memiliki kekuatan luar biasa di saat dia menjadi dewasa).
Horvland sebuah kota pusat keramaian dari sebuah Negara bagian Ruectus, di kota ini lautan manusia setiap harinya berbaur jadi satu dengan Grafftiez, kita tidak akan pernah tau siapa yang jahat dan siapa yang baik.
Ardenz adalah sebuah nama keluarga di mana semua keluarga ini adalah keturunan Grafftiez, tapi amat di sayangkan dari 3 anaknya 2 orang mengikuti sebuah organisasi grafftiez Hard ( Organisasi grafftiez jahat), dan satu anak paling kecilnya masih jadi misteri di manakah dia berada.???
Siang hari di sekolah NARDVART sebuah sekolah terbaik di kota Horvland, di mana semua murid-murid di sekolah ini bukan anak-anak biasa, mereka anak-anak dari keluarga keturunan Grafftiez yang memang orang tuanya memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. Semua bisa kita lihat dari cara anak-anak itu belajar, untuk ukuran sekolah tinggkat pertama mereka sudah di ajarkan yang namanya ilmu Griffon (ilmu mengembangkan keahlian gaffitiez yang nantinya akan dia dapatkan di saat mereka sudah beranjak dewasa), Ilmu Grasson (mungkin ilmu ini agak sedikit unik, karena tidak semua Graff “sebutan untuk para keturunan Grafftiez” dapat menguasai ilmu ini hanya orang-orang terpilih lah yang dapat menguasai ilmu ini)
Jam istirahat makan siang sudah berbunyi, maka banyak sekali anak anak keturunan Graffitiez “Graff” keluar untuk pergi ke kantin.
Aku Vordz adalah salah satu anak baru di sekolah ini, sampai saat ini aku belum mengerti aku ini sebenarnya Graff dari bangsa apa?, yang aku tahu aku itu dari keturunan Ardenz, yaitu sebuah Grafftiez yang sedang di takuti oleh para Grafftiez lainya
Karena dia anak baru dan belum memilik banyak teman setiap istirahat makan siang dia hanya di kelas dan sesekali dia keluar untuk duduk di bawah pohon yang memang suasananya sangat rindang sekali…
Tiba-tiba ada sebuah tangan yang mencolek ku dari belakang, ketika aku berbalik badan, aku kaget ada seorang wanita berambut agak ikal dan pirang itu menjulurkan tangan sambil mengeluarkan sebuah kata "Anna…." Lalu Vordz menjulurkan tangnya juga sambil bicara “Aku Vordz Siswa Tinggkat satu“ . “sepertinya kamu anak baru ya di sini“ jawab Anna sambil melepaskan jabat tanganya dengan Vordz. “iya“ jawab Vordz sambil tersenym senang, karena semenjak dia sekolah di sini tidak pernah ada yang mengajaknya bicara dan hanya sebuah batu besar di samping pohon, sahabat dia ketika dia sedang istirahat makan siang.
“kamu Graff dari keturunan apa?" Tanya Anna yang agak sedikit penasaran dengan Vordz. Lalu Vordz terdiam dan berfikir sejenak untuk menyebutkan nama keturunan nya, karena nama keluarga dia sudah terlanjur di kenal kurang baik oleh bangsa-bangsa Grafftiez di Horvland Tapi karena dia tidak ingin berbohong akhirnya dia menyebutkan bahwa dia adalah seorang Graff keturunan keluarga Ardenz. Anna yang tadinya penasaran dan ingin tahu dang bicara banyak dengan Vordz, tiba-tiba tersentak sambil membetulkan rambutnya yang tertiup angin yang begitu kencang di siang itu. Lalu Vordz pun bicara “mungkin kau sudah mengetahui Graff Ardetz itu seperti apa ya?” Anna yang sedari tadi hanya berdiri di depan Vordz akhirnya memutuskan untuk duduk di sebelahnya sambil bicara “apakah aku boleh duduk di sini” dengan agak sedikit terbata-bata dia bicara. “oh silakan dengan senang hati, karena kau sudah mau bicara dengan ku”, Vordz membalas dengan muka yang sangat senang dan sumbringah, karena ada teman bicara. Lalu Anna menjawab dengan agak sedikit gelisah “Terima kasih, ow kamu Graff dari bangsa Ardenz, maaf aku tidak tahu banyak tentang itu”. Lalu Vordz pun terdiam. Mungkin ini alasan Vordz tak pernah inggin berbaur dengan teman sekelasnya. Karena dia takut mendapatkan pertanyyan seperti yang ana ucapkan tadi. “mengapa kamu masuk sekolah nardvards? Bukanya di sekolah ini semua anak akan di bimbing untuk menjadi seorang Grafftiez Blood (Sebutan untuk Graffties yang selalu membasmi kejahatan & lawan dari Grafftiez Hard)", dengan agak sedikit bingung ia pun tak bisa menjawabnya. Hanya senyum dan gelengan kepela yang di perlihatkan Vordz kepada Anna.
Bunyi Bell masuk kelas pun berbunyi, lalu Anna pamit terlebih dahulu, sambil tersenyum dan berkata “ senang bisa berteman dengan mu” lalu oleh Vordz hanya di balas dengan senyuman saja. Dan Anna pun langsung berjalan menuju tangga untuk naik ke lantai dua, lalu di situ aku aru menyadari bahwa Anna itu adalah siswa angkatan ke 2. lalu setelah itu aku pun bergegas untuk masuk kelas yang bagiku adalah sebuah tempat asing, dan tidak senyaman ketika aku duduk di sebelah batu besar di bawah Pohon Ardus yang sudah tau berapa umurnya, karena dia memilki daun yang begitu rindang.. di kelas selain dia pendiam dan tidak berbaur dengan teman yang lain Vordz juga agak sedikit canggung dengan bentuk tubuhnya yang lebih besar di bandingkan dengan siswa tingkat satu di kelas nya. Akhirnya suara yang di tunggu tunggu selama berjam-jam sejak jam 2 sampai jam 4 pun berbunyi, yaitu suara bel pulang. Dan Vordz pun segera pulang dan bergegas dengan membawa pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak nya untuk di Tanya ke pada Paman Wols (Wols adalah ayah angkat Vordz, dia adalah orang yang menemukan Vordz di sebuah rumah tua yang kosong, di mana rumah itu adalah bekas rumah dari keturunan Grafftiez Ardenz, karena di saat di temukan dia masih berumur kurang lebih 4 tahun maka dia belum menjadi seorang Graffiez jadi dia belum paham benar dengan dunia asli nya dia yang nanti di saat dia dewasa akan dia lewati).
Setelah sampai di rumah Dengan napas masih ter engah-engah karena selama perjalanan pulang dia berlari, lalu dia bertanya pada Paman Wols “Paman akhirnya aku punya teman di sekolah” paman wols yang dari tadi sedang sibuk dengan memperbaiki benda yang di pegangganya terkejut dan kaget . “Siapa Teman mu? Apakah kamu menyebutkan kamu itu dari keturunan Graff Ardenz?” Vord yang wajahnya tadinya kegirangan tiba-tiba jadi terdiam, dan agak sedikit takut menjawab pertanyaan paman wolz. Lalu dia segera pergi ke ruangan yang kecil, yang kosong Cuma hanya ada satu tempat tidur dan sebuah meja yang di hiasi dengan foto Arthur Ardenz dan Libert Ardetz (ayah Dan Ibu Mereka) yang selama ini menjadi misteri dalam kehidupanya.
Besok Tanggal 23-10-3023 adalah hari pelepasana murid akan segera tiba, tak terasa 3 tahun berjalan begitu cepat Vordz sudah tumbuh dewasa dan sebetar lagi akan menjadi seorang grafftiez.
Hari ini di dalam kelas setiap siswa di panggil untuk menerima surat undangan orang tua murid sekolah Nardvard untuk datang di hari pelepasan murid untuk menjadi Grafftiez.
Proffesor Durand : no absent 23 Voldz Valsed
Voldz : Iya
Proffesor Durand : Ini surat undangan untuk orang tuamu, saya harapkan Wols bisa datang ya.
Vordz : Iya Pak professor…..
Proffesir Durand adalah sorang grafftiez senior seangkatan dengan dengan paman wols dan orang tua dari voldz. Dia adalah salah satu orang paling berpengaruh di kota ini, yang merekomendasikan voldz sekolah di sini, karena dia tau voldz itu bukanlah anak biasa. Dia takut jika voldz akan berada di jalan yang salah.
Siang menjelang mentari pagi sudah menghilang dia pergi karena kalah dengan terik matahari, dengan berjalan penuh keringat dalam perjalanan pulang yang sudah menjadi rutinitas dia selama 3 tahun, sudah tak terhitung berapa jarak dia berjalan selama dia sekolah di sini dan berapa banyak keringat yang sudah keluar dari tubuh nya. Jika di bandingkan dengan nasib teman-temanya voldz sangat tidak beruntung dia setiap hari sekolah hanya berjalan sendiri pulang, terkadang dia pun iri jika melihat teman-temanya yang di jemput sekolah oleh orang tia dan kerabatnya. Tetapi hal itu bukan masalah bagi Vordz, karena dia merasa bersyukur memilki orang sebaik paman Wols.
Dari kejauhan sudah terlihat rumah tua dengan pagar kayu yang sudah lapuk, dan beberapa tanaman rumput ilalang yang sudah tinggi bahkan sampai hampir menyamai pagar kayu tua yang lapuk itu yang salama ini masih kuat berdiri menjaga rumah tua tersebut, terlihat di halamanya seorang yang sudah tua dengan rambut yang sudah memutih sedang sibuk bermain dengan RON (binatang peliharanya, Ron itu sejenis Binatang yang dapat berubah bentuk menjadi yang di ingginkan pemiliknya, Ron adalah binatang yang wajib di miliki oleh seorang grafftiez dalam menjalankan misinya).
Sesampainya di rumah dia tidak langsung memberikan surat itu kepada paman wolz, tetapi dia hanya bilang pada paman wols “ hari ini sangat melelahkan paman “ lalu dia langsung masuk kamar dan berbaring sambil mengambil foto yang selalu terpajang terpajang di meja kamarnya, yaitu foto kedua orang tua mereka, dengam memandang penuh dengan perasaan yang sangat dalam Vordz bicara dalam hati “ayah & ibu ini ada surat untuk mu, apakah kau besok akan datang? Aku ingin kau yang datang! ” itulah harapan yang tak mungkin bisa terwujud, itu hanya sesuatu yang impian saja bagi Vordz. Sambil memejamkan mata dia akhirnya tertidur sambil memeluk foto kedua orang tuanya.
Waktu menunjukan jam 9 malam Hening malam pun mulai terasa Vordz pun terjaga dari tidurnya. Dan foto kedua orang tuanya masih berada dalam genggamanya yang kemudian dia taruh di atas meja. Lalu Vordz mengambil surat undangan dari tas lusuh dekil nya yang selama 3 tahun ini tidak pernah diganti, bahkan sebenrnya tas itu sudah di gunakan paan wolz sejak dia masih bersekolah, berarti sudah tak terbayangkan betapa hebatnya sebuah tas ini masih bisa digunakan sampai saat ini. Lalu vordz pun berjalan dengan lemas keluar kamar dengan keadaan tubuh yang belum makan sedari pagi tadi ia berangkat kesekolah.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, sebentar lagi Vordz akan menjadi Grafftiez yang sangat di perhitungkan oleh para Grafftiez yang lain dan pembuktianya besok di pengumuman kelulusan sekolah Nordvart akan segera lahir seorang Grafftiez hebat. Hitungan jam pun makin cepat dan membuat Hatinya Vordz gundah dan sepertinya dia tidak ingin cepat lulus lalu pergi ke dunia Grafftiez yang sebenarnya. Sementara paman Wolz sudah nampak tua sekali dengan rambut yang sudah hampir memutih menutupi seluruh kepalanya mungkin hanya ada beberapa rambutnya yang masih hitam,
Lalu Vordz menghampiri paman wols, seperti biasa paman Wols selalu saja sibuk dengan pekerjaanya yang selama ini Vordz tidak tau, benda apa yang setiap hari di perbaiki oleh Paman Wols.
Vordz : Paman Sedang apa?
Paman Wolz : Ya seperti biasa sedang memperbaiki LUX
Vordz : benda apakah itu paman (ini mungkin pertanyaan aku yang ke sekian kali)
Tetapi malam itu pama Wols memberikan jawaban, tidak seperti sebelumya ketika aku Tanya dia selalu menjawab “ belum saatnya kau tau “
Paman Wolz : LUX ini adalah alat yang nantinya kau gunakan jika kau sudah menjadi Grafftiez, fungsinya adalah sebagai tempat penyimpanan seluruh kekuatan kamu.
Vordz yang bingung Cuma bisa bergeram “hmmmmm” sambil mengagukan kepalanya.
Lalu Vordz pun mengeluakan sebuah kertas, dan di serahkan kepada paman Wols “itu undangan dari sekolah, paman” paman wols yang meneima surat itu langsung membuka sambil bicara “oww amazing ini undangan kelulusan, aku tak menyangka sekarang kamu sudah memasuki tahun 3 ya di sekolah itu”
Lalu di buka surat tersebut dan isi nya :
Kepada Orang Tua Murid
Vordz Valsed
Di tempat
Dengan datangnya surat ini kami inggin mengundang bapak/ibu untuk hadir di acara pelepasan murid sekolah nadvart untuk menjadi seorang grafftiez yang akan dilaksanakan :
Hari & Tanggal : Selasa & 23 Oktober 3023
Waktu : Jam 10 pagi (Waktu Ruectus) - Selesai
Tempat : Goard Street no 23 Aula Nadvart School Of Grafftiez
Demikianlah surat pemberitahuan dari kami, kami harapkan bapak / ibu datang dan memberikan sedikit sambutan dan beberapa kata dalam saat acara kelulusan ini berlangsung.
Roals Astrod
Kepala Sekolah NSoG (Nadvard School Of Grafftiez)
Setelah membaca surat itu paman Wols pun tersenyum sambil mengeluarkan air mata, dan berbicara dalam hati… “tak terasa dia sudah dewasa, aku sebenarnya agak berat melepas dirinya dan mulai terjun ke dunia Grafftiez,tapi mau bagai mana lagi ini memang jalan hidupnya… kalau aku perhatikan dia mirip sepertimu Arthur”. Voldz yang dari tadi hanya terdiam melihat paman Wols yang hanya duduk dan membaca surat itu tanpa mengeluarkan kata sedikitpun. Tiba-tiba dengan nada suara yang agak takut dia bertanya kepada paman Wols “besok paman bisa datangkan? “ selama tiga tahun ini paman Wols hanya beberapa kali ke sekolah Vordz yaitu pertama ketika aku masuk sekolah dan ke dua ketika iya d panggil oleh kepala sekolah karena aku pernah terlibat perkelahian oleh salah satu murid di sekolah karena dia mengejek orang tuaku dan paman wols, setelah itu dia tidak pernah lagi ke sana. Sambil melipat kertas surat tersebut paman Wolz erkata padaku “iya pasti paman besok akan datang, besok kan hari bersejarah untukmu” setelah itu paman walz memberikan surat itu kepada Vordz lalu dia menyuruh Vordz untuk segera tidur dan masuk ke kamar, sambil mengambil sebuah cerutu dan membakarnya dia pun segera bergegas kembali kemeja dan mengerjakan sesuatu di sana. Vordz pun berjalan ke kamar dengan menggenggam sebuah harapan dan masa depan di tanganya.
Karena setelah pulang sekolah Vordz sudah tidur maka malam itu dia lewatkan dengan tidak tidur, selain itu dia juga tidak ingin hari esok akan datang begitu cepat jika dia tidur. “kreeeeeeek” suara jendela tua yang di buka oleh Vordz, dingin nya angina malam sudah mulai masuk memenuhi setiap sudut-sudut kamarnya, “krik-krik-krik” nyanyian suara binatang malam mulai terdengar jelas di kuping nya. Dengan tatapan kosong dia masih memandang keadaan luar rumah yang penuh dengan rumput ilalang yang bergoyang kesana kemari mengikuti hembusan angin. Tiba-tiba dari kejauhan ada sebuah cahaya putih yang mendekati jendela kamar Vordz, semakin dekat semakin membuat hati ku berdetak sangat keras, membuat seluruh badanku gementyaran, lalu tiba-tiba muncul lah sesosok pria dan wanita dengan wajah begitu bersinar, denga jubah putih bersih menghiasi tubuhnya, Aku (Vordz) yang sedari tadi merasa gemetaran, panik tak terbayangkan tiba tiba menjadi tenang, setelah melihat kedua sosok itu adalah orang yang selama ini ingin aku temui. Dengan tatapan gembira, sedih, terharu yang menjadi satu Aku bicara “Ayah & Ibu apakah benar itu engkau? Ataukah aku hanya berhalusinasi karena selalu memikirkan mu di hari ini?”. Dengan nada yang sangat asing ku dengar dia berkata “iya aku ayahmu .. selamat sekarang kau akan menjadi Grafftiez, aku hanya berharap semoga kau tidak mengikuti jejak kedua Kaka mu, sudah cukup keturunan ardenz menjadi hinaan orang-orang, saat ini kamulah harapan kami?” nada bicara ayah terdengar sangat asing untuk diriku, karena aku sudah lupa bagaimana suara ayahku bicara karena aku sudah di tinggalkan sejak masih kecil. “terima kasih ayah & ibu, aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu” begitu aku mengedipkan mata tiba tiba keadaan berubah kembali seperti semula, hanya sebuah rumput ilalang yang ada di hadapan ku. Dengan rasa sedih yang kurasakan saat ini air mata pun menetes tanpa bisa aku tahan seperti aku tidak bisa menahan mereka berdua pergi.
Horvland sebuah kota pusat keramaian dari sebuah Negara bagian Ruectus, di kota ini lautan manusia setiap harinya berbaur jadi satu dengan Grafftiez, kita tidak akan pernah tau siapa yang jahat dan siapa yang baik.
Ardenz adalah sebuah nama keluarga di mana semua keluarga ini adalah keturunan Grafftiez, tapi amat di sayangkan dari 3 anaknya 2 orang mengikuti sebuah organisasi grafftiez Hard ( Organisasi grafftiez jahat), dan satu anak paling kecilnya masih jadi misteri di manakah dia berada.???
Siang hari di sekolah NARDVART sebuah sekolah terbaik di kota Horvland, di mana semua murid-murid di sekolah ini bukan anak-anak biasa, mereka anak-anak dari keluarga keturunan Grafftiez yang memang orang tuanya memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. Semua bisa kita lihat dari cara anak-anak itu belajar, untuk ukuran sekolah tinggkat pertama mereka sudah di ajarkan yang namanya ilmu Griffon (ilmu mengembangkan keahlian gaffitiez yang nantinya akan dia dapatkan di saat mereka sudah beranjak dewasa), Ilmu Grasson (mungkin ilmu ini agak sedikit unik, karena tidak semua Graff “sebutan untuk para keturunan Grafftiez” dapat menguasai ilmu ini hanya orang-orang terpilih lah yang dapat menguasai ilmu ini)
Jam istirahat makan siang sudah berbunyi, maka banyak sekali anak anak keturunan Graffitiez “Graff” keluar untuk pergi ke kantin.
Aku Vordz adalah salah satu anak baru di sekolah ini, sampai saat ini aku belum mengerti aku ini sebenarnya Graff dari bangsa apa?, yang aku tahu aku itu dari keturunan Ardenz, yaitu sebuah Grafftiez yang sedang di takuti oleh para Grafftiez lainya
Karena dia anak baru dan belum memilik banyak teman setiap istirahat makan siang dia hanya di kelas dan sesekali dia keluar untuk duduk di bawah pohon yang memang suasananya sangat rindang sekali…
Tiba-tiba ada sebuah tangan yang mencolek ku dari belakang, ketika aku berbalik badan, aku kaget ada seorang wanita berambut agak ikal dan pirang itu menjulurkan tangan sambil mengeluarkan sebuah kata "Anna…." Lalu Vordz menjulurkan tangnya juga sambil bicara “Aku Vordz Siswa Tinggkat satu“ . “sepertinya kamu anak baru ya di sini“ jawab Anna sambil melepaskan jabat tanganya dengan Vordz. “iya“ jawab Vordz sambil tersenym senang, karena semenjak dia sekolah di sini tidak pernah ada yang mengajaknya bicara dan hanya sebuah batu besar di samping pohon, sahabat dia ketika dia sedang istirahat makan siang.
“kamu Graff dari keturunan apa?" Tanya Anna yang agak sedikit penasaran dengan Vordz. Lalu Vordz terdiam dan berfikir sejenak untuk menyebutkan nama keturunan nya, karena nama keluarga dia sudah terlanjur di kenal kurang baik oleh bangsa-bangsa Grafftiez di Horvland Tapi karena dia tidak ingin berbohong akhirnya dia menyebutkan bahwa dia adalah seorang Graff keturunan keluarga Ardenz. Anna yang tadinya penasaran dan ingin tahu dang bicara banyak dengan Vordz, tiba-tiba tersentak sambil membetulkan rambutnya yang tertiup angin yang begitu kencang di siang itu. Lalu Vordz pun bicara “mungkin kau sudah mengetahui Graff Ardetz itu seperti apa ya?” Anna yang sedari tadi hanya berdiri di depan Vordz akhirnya memutuskan untuk duduk di sebelahnya sambil bicara “apakah aku boleh duduk di sini” dengan agak sedikit terbata-bata dia bicara. “oh silakan dengan senang hati, karena kau sudah mau bicara dengan ku”, Vordz membalas dengan muka yang sangat senang dan sumbringah, karena ada teman bicara. Lalu Anna menjawab dengan agak sedikit gelisah “Terima kasih, ow kamu Graff dari bangsa Ardenz, maaf aku tidak tahu banyak tentang itu”. Lalu Vordz pun terdiam. Mungkin ini alasan Vordz tak pernah inggin berbaur dengan teman sekelasnya. Karena dia takut mendapatkan pertanyyan seperti yang ana ucapkan tadi. “mengapa kamu masuk sekolah nardvards? Bukanya di sekolah ini semua anak akan di bimbing untuk menjadi seorang Grafftiez Blood (Sebutan untuk Graffties yang selalu membasmi kejahatan & lawan dari Grafftiez Hard)", dengan agak sedikit bingung ia pun tak bisa menjawabnya. Hanya senyum dan gelengan kepela yang di perlihatkan Vordz kepada Anna.
Bunyi Bell masuk kelas pun berbunyi, lalu Anna pamit terlebih dahulu, sambil tersenyum dan berkata “ senang bisa berteman dengan mu” lalu oleh Vordz hanya di balas dengan senyuman saja. Dan Anna pun langsung berjalan menuju tangga untuk naik ke lantai dua, lalu di situ aku aru menyadari bahwa Anna itu adalah siswa angkatan ke 2. lalu setelah itu aku pun bergegas untuk masuk kelas yang bagiku adalah sebuah tempat asing, dan tidak senyaman ketika aku duduk di sebelah batu besar di bawah Pohon Ardus yang sudah tau berapa umurnya, karena dia memilki daun yang begitu rindang.. di kelas selain dia pendiam dan tidak berbaur dengan teman yang lain Vordz juga agak sedikit canggung dengan bentuk tubuhnya yang lebih besar di bandingkan dengan siswa tingkat satu di kelas nya. Akhirnya suara yang di tunggu tunggu selama berjam-jam sejak jam 2 sampai jam 4 pun berbunyi, yaitu suara bel pulang. Dan Vordz pun segera pulang dan bergegas dengan membawa pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak nya untuk di Tanya ke pada Paman Wols (Wols adalah ayah angkat Vordz, dia adalah orang yang menemukan Vordz di sebuah rumah tua yang kosong, di mana rumah itu adalah bekas rumah dari keturunan Grafftiez Ardenz, karena di saat di temukan dia masih berumur kurang lebih 4 tahun maka dia belum menjadi seorang Graffiez jadi dia belum paham benar dengan dunia asli nya dia yang nanti di saat dia dewasa akan dia lewati).
Setelah sampai di rumah Dengan napas masih ter engah-engah karena selama perjalanan pulang dia berlari, lalu dia bertanya pada Paman Wols “Paman akhirnya aku punya teman di sekolah” paman wols yang dari tadi sedang sibuk dengan memperbaiki benda yang di pegangganya terkejut dan kaget . “Siapa Teman mu? Apakah kamu menyebutkan kamu itu dari keturunan Graff Ardenz?” Vord yang wajahnya tadinya kegirangan tiba-tiba jadi terdiam, dan agak sedikit takut menjawab pertanyaan paman wolz. Lalu dia segera pergi ke ruangan yang kecil, yang kosong Cuma hanya ada satu tempat tidur dan sebuah meja yang di hiasi dengan foto Arthur Ardenz dan Libert Ardetz (ayah Dan Ibu Mereka) yang selama ini menjadi misteri dalam kehidupanya.
***
Besok Tanggal 23-10-3023 adalah hari pelepasana murid akan segera tiba, tak terasa 3 tahun berjalan begitu cepat Vordz sudah tumbuh dewasa dan sebetar lagi akan menjadi seorang grafftiez.
Hari ini di dalam kelas setiap siswa di panggil untuk menerima surat undangan orang tua murid sekolah Nardvard untuk datang di hari pelepasan murid untuk menjadi Grafftiez.
Proffesor Durand : no absent 23 Voldz Valsed
Voldz : Iya
Proffesor Durand : Ini surat undangan untuk orang tuamu, saya harapkan Wols bisa datang ya.
Vordz : Iya Pak professor…..
Proffesir Durand adalah sorang grafftiez senior seangkatan dengan dengan paman wols dan orang tua dari voldz. Dia adalah salah satu orang paling berpengaruh di kota ini, yang merekomendasikan voldz sekolah di sini, karena dia tau voldz itu bukanlah anak biasa. Dia takut jika voldz akan berada di jalan yang salah.
Siang menjelang mentari pagi sudah menghilang dia pergi karena kalah dengan terik matahari, dengan berjalan penuh keringat dalam perjalanan pulang yang sudah menjadi rutinitas dia selama 3 tahun, sudah tak terhitung berapa jarak dia berjalan selama dia sekolah di sini dan berapa banyak keringat yang sudah keluar dari tubuh nya. Jika di bandingkan dengan nasib teman-temanya voldz sangat tidak beruntung dia setiap hari sekolah hanya berjalan sendiri pulang, terkadang dia pun iri jika melihat teman-temanya yang di jemput sekolah oleh orang tia dan kerabatnya. Tetapi hal itu bukan masalah bagi Vordz, karena dia merasa bersyukur memilki orang sebaik paman Wols.
Dari kejauhan sudah terlihat rumah tua dengan pagar kayu yang sudah lapuk, dan beberapa tanaman rumput ilalang yang sudah tinggi bahkan sampai hampir menyamai pagar kayu tua yang lapuk itu yang salama ini masih kuat berdiri menjaga rumah tua tersebut, terlihat di halamanya seorang yang sudah tua dengan rambut yang sudah memutih sedang sibuk bermain dengan RON (binatang peliharanya, Ron itu sejenis Binatang yang dapat berubah bentuk menjadi yang di ingginkan pemiliknya, Ron adalah binatang yang wajib di miliki oleh seorang grafftiez dalam menjalankan misinya).
Sesampainya di rumah dia tidak langsung memberikan surat itu kepada paman wolz, tetapi dia hanya bilang pada paman wols “ hari ini sangat melelahkan paman “ lalu dia langsung masuk kamar dan berbaring sambil mengambil foto yang selalu terpajang terpajang di meja kamarnya, yaitu foto kedua orang tua mereka, dengam memandang penuh dengan perasaan yang sangat dalam Vordz bicara dalam hati “ayah & ibu ini ada surat untuk mu, apakah kau besok akan datang? Aku ingin kau yang datang! ” itulah harapan yang tak mungkin bisa terwujud, itu hanya sesuatu yang impian saja bagi Vordz. Sambil memejamkan mata dia akhirnya tertidur sambil memeluk foto kedua orang tuanya.
Waktu menunjukan jam 9 malam Hening malam pun mulai terasa Vordz pun terjaga dari tidurnya. Dan foto kedua orang tuanya masih berada dalam genggamanya yang kemudian dia taruh di atas meja. Lalu Vordz mengambil surat undangan dari tas lusuh dekil nya yang selama 3 tahun ini tidak pernah diganti, bahkan sebenrnya tas itu sudah di gunakan paan wolz sejak dia masih bersekolah, berarti sudah tak terbayangkan betapa hebatnya sebuah tas ini masih bisa digunakan sampai saat ini. Lalu vordz pun berjalan dengan lemas keluar kamar dengan keadaan tubuh yang belum makan sedari pagi tadi ia berangkat kesekolah.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, sebentar lagi Vordz akan menjadi Grafftiez yang sangat di perhitungkan oleh para Grafftiez yang lain dan pembuktianya besok di pengumuman kelulusan sekolah Nordvart akan segera lahir seorang Grafftiez hebat. Hitungan jam pun makin cepat dan membuat Hatinya Vordz gundah dan sepertinya dia tidak ingin cepat lulus lalu pergi ke dunia Grafftiez yang sebenarnya. Sementara paman Wolz sudah nampak tua sekali dengan rambut yang sudah hampir memutih menutupi seluruh kepalanya mungkin hanya ada beberapa rambutnya yang masih hitam,
Lalu Vordz menghampiri paman wols, seperti biasa paman Wols selalu saja sibuk dengan pekerjaanya yang selama ini Vordz tidak tau, benda apa yang setiap hari di perbaiki oleh Paman Wols.
Vordz : Paman Sedang apa?
Paman Wolz : Ya seperti biasa sedang memperbaiki LUX
Vordz : benda apakah itu paman (ini mungkin pertanyaan aku yang ke sekian kali)
Tetapi malam itu pama Wols memberikan jawaban, tidak seperti sebelumya ketika aku Tanya dia selalu menjawab “ belum saatnya kau tau “
Paman Wolz : LUX ini adalah alat yang nantinya kau gunakan jika kau sudah menjadi Grafftiez, fungsinya adalah sebagai tempat penyimpanan seluruh kekuatan kamu.
Vordz yang bingung Cuma bisa bergeram “hmmmmm” sambil mengagukan kepalanya.
Lalu Vordz pun mengeluakan sebuah kertas, dan di serahkan kepada paman Wols “itu undangan dari sekolah, paman” paman wols yang meneima surat itu langsung membuka sambil bicara “oww amazing ini undangan kelulusan, aku tak menyangka sekarang kamu sudah memasuki tahun 3 ya di sekolah itu”
Lalu di buka surat tersebut dan isi nya :
Kepada Orang Tua Murid
Vordz Valsed
Di tempat
Dengan datangnya surat ini kami inggin mengundang bapak/ibu untuk hadir di acara pelepasan murid sekolah nadvart untuk menjadi seorang grafftiez yang akan dilaksanakan :
Hari & Tanggal : Selasa & 23 Oktober 3023
Waktu : Jam 10 pagi (Waktu Ruectus) - Selesai
Tempat : Goard Street no 23 Aula Nadvart School Of Grafftiez
Demikianlah surat pemberitahuan dari kami, kami harapkan bapak / ibu datang dan memberikan sedikit sambutan dan beberapa kata dalam saat acara kelulusan ini berlangsung.
Roals Astrod
Kepala Sekolah NSoG (Nadvard School Of Grafftiez)
Setelah membaca surat itu paman Wols pun tersenyum sambil mengeluarkan air mata, dan berbicara dalam hati… “tak terasa dia sudah dewasa, aku sebenarnya agak berat melepas dirinya dan mulai terjun ke dunia Grafftiez,tapi mau bagai mana lagi ini memang jalan hidupnya… kalau aku perhatikan dia mirip sepertimu Arthur”. Voldz yang dari tadi hanya terdiam melihat paman Wols yang hanya duduk dan membaca surat itu tanpa mengeluarkan kata sedikitpun. Tiba-tiba dengan nada suara yang agak takut dia bertanya kepada paman Wols “besok paman bisa datangkan? “ selama tiga tahun ini paman Wols hanya beberapa kali ke sekolah Vordz yaitu pertama ketika aku masuk sekolah dan ke dua ketika iya d panggil oleh kepala sekolah karena aku pernah terlibat perkelahian oleh salah satu murid di sekolah karena dia mengejek orang tuaku dan paman wols, setelah itu dia tidak pernah lagi ke sana. Sambil melipat kertas surat tersebut paman Wolz erkata padaku “iya pasti paman besok akan datang, besok kan hari bersejarah untukmu” setelah itu paman walz memberikan surat itu kepada Vordz lalu dia menyuruh Vordz untuk segera tidur dan masuk ke kamar, sambil mengambil sebuah cerutu dan membakarnya dia pun segera bergegas kembali kemeja dan mengerjakan sesuatu di sana. Vordz pun berjalan ke kamar dengan menggenggam sebuah harapan dan masa depan di tanganya.
Karena setelah pulang sekolah Vordz sudah tidur maka malam itu dia lewatkan dengan tidak tidur, selain itu dia juga tidak ingin hari esok akan datang begitu cepat jika dia tidur. “kreeeeeeek” suara jendela tua yang di buka oleh Vordz, dingin nya angina malam sudah mulai masuk memenuhi setiap sudut-sudut kamarnya, “krik-krik-krik” nyanyian suara binatang malam mulai terdengar jelas di kuping nya. Dengan tatapan kosong dia masih memandang keadaan luar rumah yang penuh dengan rumput ilalang yang bergoyang kesana kemari mengikuti hembusan angin. Tiba-tiba dari kejauhan ada sebuah cahaya putih yang mendekati jendela kamar Vordz, semakin dekat semakin membuat hati ku berdetak sangat keras, membuat seluruh badanku gementyaran, lalu tiba-tiba muncul lah sesosok pria dan wanita dengan wajah begitu bersinar, denga jubah putih bersih menghiasi tubuhnya, Aku (Vordz) yang sedari tadi merasa gemetaran, panik tak terbayangkan tiba tiba menjadi tenang, setelah melihat kedua sosok itu adalah orang yang selama ini ingin aku temui. Dengan tatapan gembira, sedih, terharu yang menjadi satu Aku bicara “Ayah & Ibu apakah benar itu engkau? Ataukah aku hanya berhalusinasi karena selalu memikirkan mu di hari ini?”. Dengan nada yang sangat asing ku dengar dia berkata “iya aku ayahmu .. selamat sekarang kau akan menjadi Grafftiez, aku hanya berharap semoga kau tidak mengikuti jejak kedua Kaka mu, sudah cukup keturunan ardenz menjadi hinaan orang-orang, saat ini kamulah harapan kami?” nada bicara ayah terdengar sangat asing untuk diriku, karena aku sudah lupa bagaimana suara ayahku bicara karena aku sudah di tinggalkan sejak masih kecil. “terima kasih ayah & ibu, aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu” begitu aku mengedipkan mata tiba tiba keadaan berubah kembali seperti semula, hanya sebuah rumput ilalang yang ada di hadapan ku. Dengan rasa sedih yang kurasakan saat ini air mata pun menetes tanpa bisa aku tahan seperti aku tidak bisa menahan mereka berdua pergi.
***